Keberhasilan para lulusan terbaik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang dikukuhkan dalam prosesi Wisuda ke-59 menjadi momen membanggakan bagi seluruh civitas akademika. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengantar bagi para alumni untuk kembali ke tengah masyarakat dengan peran dan tanggung jawab baru.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan pesan khusus kepada para lulusan agar tidak sekadar menjadi penonton atas berbagai persoalan sosial yang berkembang. Ia menegaskan bahwa alumni UNG diharapkan mampu tampil sebagai aktor intelektual yang memberikan solusi nyata.
Menurut Prof. Eduart, bekal ilmu pengetahuan dan keahlian yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi harus dapat diimplementasikan secara konkret. Peran tersebut penting untuk membantu memecahkan beragam persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Sebagai lulusan dari kampus kerakyatan, Prof. Eduart menekankan bahwa para wisudawan perlu memaknai gelar dan kompetensi yang dimiliki sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat. “Sebagai lulusan UNG sebagai kampus kerakyatan mesti dimaknai oleh para wisudawan bahwa, keberadaan mereka dengan gelar dan keahalian yang dimiliki saat ini untuk terlibat dengan masyarakat, agar dapat menyelesaikan problem-problem yang dihadapi mereka,” ujar Prof. Eduart, Senin (2/2/2026).
Selain itu, Prof. Eduart juga mengingatkan para lulusan mengenai hakikat belajar yang sesungguhnya. Ia menilai wisuda bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
“Keberhasilan meraih gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar. Jangan pernah berhenti mengembangkan diri. Dunia terus berubah, dan hanya mereka yang terus mengasah pengetahuan dan keahliannya yang akan mampu bertahan dan memberi dampak,” tutupnya.








