HPN ke-80 di Gorontalo Dimaknai sebagai Gerakan Sosial, Kapolres Tegaskan Pers Mitra Perubahan

BANGJAGO.ID -

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 Tahun 2026 di Gorontalo dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial. Momentum ini diposisikan sebagai manifesto gerakan sosial, yang menegaskan peran pers untuk kembali menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat dan hadir secara nyata di tengah rakyat.

Komitmen tersebut diperkuat dengan dukungan langsung dari Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri, S.IK, yang disampaikan kepada Ketua Panitia Pelaksana HPN ke-80, Sofyan Ishak, Jumat (30/01/2026) di ruang kerjanya, didampingi Kasat Intelkam Polres Gorontalo, Iptu Suprapto. Dukungan ini menegaskan sinergi antara pers, aparat, dan masyarakat sebagai kekuatan kolektif dalam menjaga demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

Kapolres Gorontalo menegaskan bahwa Polri memandang pers sebagai mitra strategis dalam mendorong perubahan sosial, bukan sekadar pengamat peristiwa. Pers yang kuat, menurutnya, adalah pers yang berani hadir, bergerak, dan mengambil peran sosial di tengah masyarakat.
“PERSTAPORA adalah bentuk nyata pers yang bergerak. Kami mendukung penuh karena kegiatan ini menyentuh langsung masyarakat, membangun solidaritas, dan memperkuat persatuan,” tegas Kapolres Gorontalo.

PERSTAPORA dirancang sebagai gerakan lintas ruang dan lintas kesadaran. Berbagai agenda sosial seperti donor darah dan bedah rumah menjadi penegasan keberpihakan pers terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, dengan menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat.

Selain itu, kegiatan Mural Competition dan Festival Photography menjadi ruang ekspresi kultural bagi generasi muda dan jurnalis visual. Melalui medium gambar dan visual, pers Gorontalo mendorong lahirnya pesan-pesan ideologis yang mengabarkan realitas sosial, menyuarakan kebenaran, serta menantang sikap apatisme publik.

Di bidang olahraga, Journalist Futsal League tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi, melainkan simbol kesetaraan, sportivitas, dan solidaritas. Di lapangan yang sama, sekat profesi dilebur dan nilai-nilai kebersamaan dibangun melalui kerja tim sebagai wujud demokrasi yang membumi.

BACA  Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden, GPS–Lanal Gorontalo Kembangkan Jagung 33 Hektare

Rangkaian kegiatan PERSTAPORA akan mencapai puncaknya melalui Panggung Kita, yang menghadirkan konser musik band lokal Gorontalo serta berbagai sajian hiburan lainnya. Panggung ini menjadi ruang ekspresi rakyat, sekaligus pernyataan bahwa pers tidak hanya meliput suara masyarakat, tetapi juga memberi ruang agar suara tersebut bergema.

Dengan demikian, Kabupaten Gorontalo tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan HPN ke-80, melainkan ruang sejarah yang mengembalikan makna pers sebagai alat perjuangan, kekuatan moral, dan pilar perubahan sosial. Di tengah tantangan disinformasi, komersialisasi media, dan krisis kepercayaan publik, PERSTAPORA hadir sebagai narasi tandingan yang menegaskan keberanian, keberpihakan, dan daya dobrak pers Indonesia di usia ke-80.

(YODI/BJ-01)