Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dihadapkan pada tantangan serius berupa kebijakan efisiensi anggaran fiskal. Kondisi ini menuntut pengelolaan keuangan daerah yang lebih cermat tanpa mengurangi arah dan tujuan pembangunan.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Bone Bolango Ismet Mile menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak boleh melemahkan program pembangunan daerah. Sebaliknya, keterbatasan fiskal harus dimanfaatkan untuk memfokuskan belanja pada sektor-sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Bupati Ismet Mile saat memberikan arahan pada apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) awal tahun 2026 yang digelar di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, Jumat (2/1/2026). Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Risman Tolingguhu, Sekretaris Daerah Iwan Mustapa, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, seluruh ASN, serta aparatur pemerintah desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Dalam arahannya, Ismet Mile mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone Bolango pada tahun anggaran 2026 mengalami pemangkasan anggaran yang signifikan, yakni hampir mencapai Rp100 miliar. Kondisi ini, menurutnya, mengharuskan seluruh perangkat daerah bekerja secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada hasil nyata.
“Tahun anggaran 2026 kita mengalami efisiensi. Bone Bolango terkena pemangkasan anggaran hampir Rp100 miliar. Karena itu, pemanfaatan dan efektivitas anggaran harus benar-benar tepat sasaran,” ungkap Ismet Mile.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan prioritas pembangunan daerah. Seluruh belanja daerah, kata Ismet, harus terkoneksi langsung dengan empat program unggulan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, yakni sektor pertambangan, peternakan, pendidikan, dan kesehatan.
“Anggaran yang ada harus berdampak. Harus terkoneksi dengan program unggulan daerah, terutama pertambangan, peternakan, pendidikan, dan kesehatan. Ini menjadi fokus utama kita ke depan,” tekannya.
Ismet Mile juga mengingatkan seluruh ASN agar mampu mengubah pola kerja dari sekadar rutinitas administratif menjadi kinerja yang berorientasi pada efektivitas dan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, inovasi, dan kualitas perencanaan pembangunan.
“Dalam kondisi anggaran terbatas, tidak ada ruang untuk pemborosan. Setiap rupiah harus memberi manfaat dan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menyelaraskan program dan kegiatan dengan arah kebijakan tersebut, sehingga pembangunan Bone Bolango tetap berjalan stabil, terukur, dan berkelanjutan meskipun berada di tengah tekanan fiskal nasional.
“Efisiensi bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru ini menjadi ujian bagi profesionalisme dan tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah,” pungkasnya.








