Manajemen Pani Gold Mine (PGM) menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf menyusul beredarnya sebuah video yang viral di media sosial dan menampilkan sejumlah orang yang diduga merupakan karyawan perusahaan tengah melakukan kegiatan hiburan pada malam pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025).
Video tersebut menjadi perhatian publik karena beredar di tengah situasi duka yang dialami masyarakat Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, yang saat itu sedang menghadapi bencana banjir. Pada waktu bersamaan, Pemerintah Daerah setempat diketahui memilih menggelar kegiatan dzikir bersama dalam rangka menyambut pergantian tahun.
Menanggapi polemik yang muncul, manajemen Pani Gold Mine menyatakan telah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh serta menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Gorontalo, khususnya masyarakat Bumi Panua. Manajemen mengakui bahwa tayangan dalam video tersebut tidak mencerminkan kepekaan sosial, etika, dan nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi oleh perusahaan.
“Perilaku tersebut tidak sejalan dengan nilai profesionalisme, empati sosial, serta tata perilaku perusahaan,” demikian pernyataan resmi manajemen Pani Gold Mine.
Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan menegaskan telah mengambil langkah-langkah internal sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut mencakup penguatan disiplin karyawan serta peningkatan pemahaman mengenai kepedulian sosial agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Di sisi lain, Pani Gold Mine menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam proses pemulihan pascabanjir di Desa Hulawa. Sejumlah bantuan telah disalurkan, antara lain pembersihan rumah warga dan masjid, perbaikan akses jalan, perbaikan pipa PDAM, serta penyaluran bantuan makanan selama masa pemulihan berlangsung.
Perusahaan juga menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh warga terdampak banjir dan berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.








