PT Merdeka Gold Resources (MGR) dikenal sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi kepatuhan terhadap seluruh regulasi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan Good Mining Practices yang menjadi prinsip utama dalam operasional Pani Gold Mine (PGM) di Kabupaten Pohuwato.
Sekretaris Umum Fokal Pohuwato, Dimas Yapanto, menyampaikan bahwa implementasi Good Mining Practices bukan sekadar komitmen normatif, melainkan telah diterapkan secara nyata dalam setiap aspek kegiatan pertambangan PGM. Hal ini sekaligus mencerminkan keseriusan perusahaan dalam membangun industri pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di daerah.
Dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, PGM juga telah memberikan kontribusi signifikan melalui pembangunan fasilitas pelatihan serta investasi besar dalam program Training and Development bagi pekerja lokal. Langkah ini menunjukkan kesungguhan perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja daerah agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan industri pertambangan modern.
Dampak positif dari industrialisasi pertambangan yang dilakukan Merdeka Gold Resources turut dirasakan secara langsung oleh masyarakat Pohuwato. Salah satu kontribusi nyata adalah penyerapan sekitar 1.200 tenaga kerja lokal dari Pohuwato khususnya dan Provinsi Gorontalo pada umumnya, yang secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai putra daerah, Dimas Yapanto menyampaikan rasa bangganya dapat bekerja di perusahaan pertambangan multinasional tersebut. “Kami bangga bisa diberi kesempatan untuk bekerja di perusahaan ini karena perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan pertambangan multinasional. Kami sebagai putra daerah mau tidak mau harus meningkatkan lagi kompetensi yang kami miliki agar bisa berjalan selaras dengan majunya industri pertambangan yang ada di pohuwato”, ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan SDM harus menjadi fokus bersama, tidak hanya dibebankan kepada perusahaan. “Oleh karena itu percepatan. dalam mempersiapkan SDM yg unggul bukan hanya menjadi tanggung jawab Pengusaha, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.
Menurutnya, kolaborasi dan koordinasi lintas pihak menjadi kunci agar peningkatan kompetensi putra-putri Pohuwato dapat terus dilakukan seiring berkembangnya investasi di daerah. Dengan sinergi yang kuat, penguatan kapasitas SDM diyakini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.








