KNPI Tapa Dorong Rumah Alam Dunggala Menjadi Taman Satwa di Gorontalo

BANGJAGO.ID -

Ketua KNPI Kecamatan Tapa, Rival Kidamu, menyampaikan harapan besar agar Rumah Alam Dunggala yang berada di Dusun 3, Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Bone Bolango dapat ditetapkan sebagai taman satwa. Ia meminta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk memperjuangkan pengembangan kawasan tersebut. Menurutnya, potensi alam Dunggala layak diorbitkan menjadi taman satwa kebanggaan daerah.

Rival mengungkapkan bahwa Rumah Alam Dunggala telah menarik minat pengunjung dari berbagai daerah yang ingin melihat lebih dekat beragam satwa yang menjadi koleksi lokasi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa wisata berbasis edukasi satwa memiliki peluang besar untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Rumah Alam Dunggala sendiri merupakan destinasi wisata alam yang menghadirkan sejumlah satwa sebagai daya tarik utama. Lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Gorontalo dan mudah diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalan aspal yang representatif. Suasana pedesaan yang sejuk, pepohonan rindang, serta gemericik sungai turut menyambut pengunjung yang datang.

Untuk menikmati kawasan ini, pengunjung dikenakan biaya registrasi sebesar Rp15.000 yang sudah termasuk soft drink berupa teh atau kopi. Di sekitar area wisata juga tersedia sebuah villa berkapasitas hingga 30 orang yang dapat digunakan untuk kegiatan keluarga maupun rapat. Harga sewanya sebesar Rp1,75 juta untuk weekday dan Rp2 juta pada weekend, menjadikannya pilihan yang terjangkau bagi wisatawan.

Adapun satwa yang terdapat di Rumah Alam Dunggala meliputi hewan-hewan appendix 2 seperti ular, buaya, kucing bengal, iguana, faranus, kadal, kura-kura, hingga kelinci. Demi keamanan, pengunjung tidak diizinkan melakukan kontak langsung dengan satwa kecuali dengan pendamping dari pihak pengelola. Selain itu, pengunjung dilarang membawa minuman keras, senjata tajam, maupun senjata api ke dalam kawasan wisata.

BACA  HUT ke-7 Pengadilan Agama Suwawa: Bupati Ismet Mile Dorong Sinergi Lintas Lembaga untuk Pelayanan Publik yang Berkeadilan

Owner Rumah Alam Dunggala, Romy Pakaya, menjelaskan bahwa tempat wisata tersebut berawal dari hobinya mengoleksi berbagai satwa. Pada tahun 2016, ia bersama rekan-rekannya membentuk komunitas Gorontalo Peduli Satwa (GPS) yang aktif melakukan edukasi dan pertemuan komunitas di sejumlah lokasi seperti Taruna Remaja, Centerpoint, Taman Kota, serta sekolah-sekolah.

Romy menambahkan bahwa seiring berjalannya waktu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gorontalo mulai melibatkan komunitasnya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai satwa yang boleh dipelihara. Dukungan tersebut juga mendorong pihaknya mencari lahan untuk dikembangkan menjadi taman satwa. Ia berharap pengembangan Rumah Alam Dunggala dapat terus berjalan. Namun, ia juga menyayangkan kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap potensi wisata tersebut. “Rumah Alam Dunggala menjadi satu-satunya tempat wisata yang menjadi rujukan anak-anak sekolah TK, SMP, SMA untuk berwisata sekaligus belajar dalam hal mendukung program merdeka belajar. Kedepan Rumah Alam Dunggala kita siapkan menjadi Taman Satwa pertama di Gorontalo.
Namun saat ini masih terkendala pada luasan lahan yang harus dipenuhi seluas 2Ha sebagaimana syarat perizinan taman satwa. Untuk ini saya berharap mendapat perhatian khusus dan dukungan pemerintah daerah dalam hal pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk persyaratan perizinan,” tutupnya.

(YODI/BJ-01)