Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Kabupaten Bone Bolango menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, Rabu (5/11/2025). Aksi ini dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan, Lion Hidjun, sebagai bentuk kepedulian terhadap stabilitas dan penegakan hukum di Kabupaten Bone Bolango.
Lion Hidjun menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penegakan hukum yang bersih serta ajakan untuk menjaga kondusivitas daerah. Dalam orasinya, ia menyerukan agar aparat hukum segera menindak tegas pihak yang diduga mengganggu kestabilan pemerintahan daerah.

“Substansi tuntutan kami jelas, kami meminta Kejati Gorontalo dan Kejari Bone Bolango segera memproses serta memanggil saudara berinisial ‘A’ yang diduga terlibat dalam transaksi jual beli proyek. Kami juga mendesak agar Kejati dan Kejari memeriksa inisial ‘A’ yang diduga melakukan provokasi dan mengganggu stabilitas daerah, serta memiliki kepentingan pribadi yang bisa menghambat kinerja Bupati Bone Bolango dalam mewujudkan visi-misinya,” tegas Lion.
Ia menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap pihak luar yang dinilai berupaya memecah belah masyarakat Bone Bolango.
“Aksi kami hari ini adalah aksi damai. Kami ingin menjaga stabilitas daerah. Kemarin ada aksi yang membawa isu belum tentu benar dan hanya mengganggu ketenangan masyarakat. Kami tidak ingin ada pihak luar yang datang hanya untuk membuat kekacauan di Bone Bolango,” ujarnya.
Lion juga mengingatkan agar Kejati Gorontalo tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya. Ia menilai, ada pihak tertentu yang berupaya memfitnah Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, dengan tujuan menjatuhkan kepemimpinannya.
“Bupati Ismet Mile adalah pemimpin hasil demokrasi. Upaya segelintir orang untuk melengserkan beliau tanpa dasar yang jelas sama saja melukai hati rakyat Bone Bolango,” tuturnya.
Aspirasi massa tersebut diterima langsung oleh Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Gorontalo, Dadang M. Djafar, yang menyampaikan apresiasinya atas aksi damai itu. “Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan massa aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai. Laporan yang disampaikan sudah kami terima dan telah diteliti oleh Tim Intel Kejati Gorontalo,” ujar Dadang.
Dari hasil penelitian, laporan tersebut akan dilimpahkan ke bidang Pidana Khusus (Pidsus) untuk ditindaklanjuti. Dadang menegaskan, Kejati Gorontalo tetap konsisten menegakkan hukum sesuai peraturan perundang-undangan dan tidak berpihak kepada siapa pun.
Pada hari yang sama, massa Aliansi Pemuda juga menggelar aksi di depan Mapolres Bone Bolango untuk menuntut tindakan tegas terhadap oknum pengganggu stabilitas daerah. Mereka mendesak Kapolres Bone Bolango agar bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan mengganggu kinerja pemerintahan daerah.
“Kami meminta Polres Bone Bolango untuk bersikap tegas terhadap oknum-oknum yang mencoba mengganggu stabilitas daerah dan menyebarkan fitnah untuk menjatuhkan Bupati Bone Bolango,” ujar Lion. Ia juga menilai belum adanya respons langsung dari Kapolres menimbulkan dugaan pembiaran terhadap situasi tersebut.
Massa memberikan dua opsi kepada Kapolres Bone Bolango: mundur dari jabatannya atau mencopot Kasat Intelkam yang dinilai gagal menjaga stabilitas keamanan daerah. Aksi tersebut direspons langsung oleh Kabag Ops Polres Bone Bolango, AKP Moh. Atmal Fauzi, yang menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban.
“Saya sebagai Kabag Ops, saya paling depan menjaga keamanan. Saya bersumpah atas nama Allah, saya paling terdepan bicara soal keamanan Bone Bolango,” ujarnya.
AKP Atmal juga menambahkan, laporan masyarakat telah ditindaklanjuti dan proses pemeriksaan masih berjalan. “Kita semua sepakat menjaga keamanan dan menjalankan proses hukum. Jika ada bukti tambahan, silakan sampaikan kepada kami,” tandasnya.








